Monday, June 30, 2014

Tugas UAS Teghnologiyah TALIM AL-LUGHAH AL-ARABIYAH

KONSEP UMUM MEDIA PEMBELAJARAN
Dewi Nur Laili (D02212041)
    A. Pengertian Media Pembelajaran.
Media pembelajaran adalah seperangkat media yang dapat menyampaikan pesan atau materi sehingga dapat diterima oleh peserta didik pada proses pembelajaran. Terminologi kata media berasal dari bahasa latin “medium” yang artinya perantara, sedangkan dalam bahasa Arab media berasal dari kata “Wasaaila” artinya pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut H. Malik media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat menarik perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.[1]
Sedangkan dari Association for Education and Communication Technology (ACT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Dari beberapa pengertian tersebut, disimpulkan bahwa media pengajaran merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.[2] Komponen-komponen itu meliputi: bunyi bahasa, kosakata dan tata bahasa.
   B.  Klasifikasi Media Pembelajaran
Media diklasifikasin menurut kesamaan ciri atau karakteristiknya.[3] Berikut klasifikasi dari beberapa tokoh:
Rudi bretz (1977) mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu, suara, visual dan gerak, sehingga terdapat 8 klasifikasi media: Media audio visual gerak. Contoh media: Televisi, media audio visual diam. Contoh media: Slow-scan TV, media audio semi gerak. Contoh media: Rekaman tulisan, media visual gerak. Contoh media: Film bisu, media visual diam. Contoh media: Film rangkai, media visual semi gerak. Contoh media: Telegraph, media audio. Contoh media: Telepon radio, dan media cetak. Contoh media: Koran.
Menurut Oemar Hamalik (1985), mengklasifikasikan media pengajaran menjadi empat: Alat-alat visual yang dapat dilihat, contoh: Papan tulis,[4] alat-alat yang bersifat Auditif atau hanya dapat didengar, contoh: Radio, alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, contoh: film dalam televisi dan dramatisasi, bermain peranan, sandiwara boneka dan sebagainya.[5]
Menurut Briggs lebih mngerah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat ditimbulkannya daripada media itu sendiri, dengan menyesuaikan stimulus dengan karakteristik siswa.
Menurut Gagne, mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi tujuh: Benda untuk didemonstrasikan. Contoh media: Patung anatomi, komunikasi lisan. Contoh media: Telefon, gambar cetak. Contoh media: Poster, gambar diam. Contoh media: Picture slide, gambar Gerak. Contoh media: Animasi, film bersuara. Contoh media: Film TV dan mesin belajar. Contoh media: Komputer.[6]
C. Karakteristik Media Pembelajaran Bahasa Arab
Untuk tujuan-tujuan praktis, di bawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media, sebagai berikut:
Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Banyak jenis media grafis, beberapa diantaranya: bagan berfungsi untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, proses, perkembangan, klasifikasi dan organisasi, diagram adalah suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik, grafik adalah penyajian data berangka, kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang , gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat, poster mempunyai peranan sangat penting dalam menanamkan atau mengingat kembali kepada para pengamat terhadap suatu gagasan, komik merupakan bentuk kartun dimana perwatakan sama membentuk suatu cerita dalam urutan gambar-gambar yang berhubungan erat,[7]
Media audio adalah media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Beberapa jenis media audio, antara lain: Radio, Alat perekam pita magnetik dan Laboratorium bahasa dan media proyeksi diam menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Beberapa jenis media proyeksi diam, antara lain: Film bingkai, Film rangkai, Media transparensi (OHP), Film, Film gelang, Televisi dan Video Program.
D. Jenis-jenis Media Pembelajaran Bahasa Arab
1.      Media Pembelajaran Aswat (bunyi). Dalam pembelajaran bahasa asing, penguasaan bunyi bahasa merupakan salah satu tujuan penting. Tujuan pembelajaran bunyi bahasa secara umum meliputi penguasaan seluruh sistem bunyi. Selain bunyi bahasa dalam bentuk konsonan dan vokal, sistem bunyi bahasa yang meliputi tinggi rendahnya suara, tekanan kata dan kalimat, intonasi, dan sebagainya. Media pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengajaran bunyi di antaranya adalah: Laukhah an Nutqi (bagian artikulasi ucap) yang terdiri dari beberapa alat ucap baik yang bergerak atau yang tetap. Media lain yang bisa digunakan untuk mengajarkan bunyi adalah dalam bentuk kartu bergambar.
2.      Media Pembelajaran Mufrodat (Kosakata). Adapun media yang bisa digunakan dalam pembelajaran kosakata adalah: miniatur benda asli dan foto atau gambar.
3.      Media Pembelajaran Qowaid (Tata Bahasa).  Dalam pembelajaran tata bahasa seperti: kotak tata bahasa, papan saku dan papan tali.
E.     Media Pembelajaran Keterampilan Bahasa Arab
Dalam pembelajaran bahasa yang menjadi tujuan utama adalah penguasaan kemampuan berbahasa dalam berkomunikasi. Pakar pembelajaran bahasa sepakat bahwa keterampilan dan kemahiran bahasa (Maharoh Al-Lughowiy)  terbagi menjadi empat. Pertama, keterampilan menyimak dan membaca dikategorikan dalam keterampilan bahasa Reseptif. Kedua, keterampilan berbicara dan Ketiga, menulis dikategorikan dalam keterampilan bahasa Produktif.[8] Beberapa media yang dapat digunakan pada masing-masing keterampilan berbahasa di atas adalah: media pembelajaran istima’ (mendengar). Contoh media: compact disk, kaset recorder, peragaan dan permainan bahasa, media pembelajaran qira’ah (membaca). Contoh: jam dinding, film, mengungkapkan judul atau tema secara lisan dan karya wisata, media pembelajaran kitabah (menulis). Contoh: kartu dan laboratorium baca, dan media pembelajaran kalam (berbicara). Contoh: kaset rekaman, teka teki silang dan foto atau gambar.[9]
F. Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Media.
Berikut ini adalah beberapa kelebihan penggunaan media pembelajaran.
1 - Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan dalam proses dan hasil belajar, serta mengarahkan perhatian siswa.
2 - Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, objek, ruang, dan waktu. Contoh: Objek atau benda yang terlalu besar dan terlalu kecil untuk ditampilkan di ruang kelas dengan menampilkan gambar, slide atau film, Kejadian langka yang terjadi di masa lampau dan percobaan yang dapat membahayakan dapat ditayangkan melalui rekaman video, dan tertulis pada Al-Qur’an surat Al-Hasyr: 2
uqèd üÏ%©!$# ylt÷zr& tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. ô`ÏB È@÷dr& É=»tGÅ3ø9$# `ÏB öNÏd̍»tƒÏŠ ÉA¨rL{ ÎŽô³ptø:$# 4 $tB óOçF^oYsß br& (#qã_ãøƒs ( (#þqZsßur Oßg¯Rr& óOßgçGyèÏR$¨B NåkçXqÝÁãm z`ÏiB «!$# ãNßg9s?r'sù ª!$# ô`ÏB ß]øym óOs9 (#qç7Å¡tGøts ( t$xs%ur Îû ãNÍkÍ5qè=è% |=ôã9$# 4 tbqç/̍øƒä NåksEqãç/ öNÍkÏ÷ƒr'Î/ Ï÷ƒr&ur tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#rçŽÉ9tFôã$$sù Í<'ré'¯»tƒ ̍»|Áö/F{$# ÇËÈ  
Artinya: Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. [1463] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah. Dan terakhir film simulasi komputer dan Proses yang sangat rumit dapat lebih jelas dengan menggunakan gambar dan animasi.
  - Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, misalnya melalui karyawisata, berkunjung ke museum atau kebun binatang.[10]
Dan beberapa kekurangannya adalah membutuhkan biaya yang lebih banyak, membutuhkan waktu yang banyak dalam proses pembuatan media dan pengajar dituntut untuk selalu kreatif dan lebih profesional.




[1] Lihat: http://Abdul Hamid, Uril Baharuddin, dan Bisri Musthofa.wordpress.com2008/168/169/ Pembelajaran- Bahasa- Arab.html.
[2] Lihat: http://AhmadMuhtadiAnshor.wordpress.com.2009/21/22/ Pengajaran- Bahasa-Arab- Media-dan-Metode-metodenya.html.
[3] Lihat: http://AriefSSadiman.blogspot.com.1986/19/Media-Pendidikan-Pengertian-Pengembangan-dan-Pemanfaatannya.html.
[4] Lihat: http://Wikipedia.Media-Pengajaran-Bahasa.html.
[5] Lihat: http://MediaPembelajaran.blogspot.com./klasifikasi-media-pembelajaran_29.html.
[6] Lihat: http://Mediapembelajaran.wordpress.com/Poster-media-pembelajaran_5731.html.
[7] Lihat: http://Media-Pengajaran-Penggunaan-dan-Pembuatannya.blogspot.com/komik-media-pembelajaran_1997.html.
[8] Lihat: http://UlinNuha.blogspot.com 2012/83/Metodologi-Super-Efektif-Pembelajaran-Bahasa-Arab.html.
[9] Lihat: http://Wikipedia.Media-Pembelajaran-Bahasa-Arab_6275.html.
[10] Lihat: http://MediaPengajaran.wordpress.com/Kelebihan-dan-Kekurangan-Media-Pembelajran_2627.html.

No comments:

Post a Comment