KONSEP UMUM
MEDIA PEMBELAJARAN
Dewi Nur Laili
(D02212041)
A. Pengertian
Media Pembelajaran.
Media pembelajaran adalah seperangkat
media yang dapat menyampaikan pesan atau materi sehingga dapat diterima oleh
peserta didik pada proses pembelajaran. Terminologi kata media berasal dari
bahasa latin “medium” yang artinya perantara, sedangkan dalam bahasa Arab media
berasal dari kata “Wasaaila” artinya pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan. Menurut H. Malik media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran),
sehingga dapat menarik perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik
dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.[1]
Sedangkan dari Association for Education and Communication Technology (ACT)
mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakan untuk proses
penyaluran informasi. Dari beberapa pengertian tersebut, disimpulkan bahwa
media pengajaran merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat
merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien siswa, sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar mengajar.[2]
Komponen-komponen itu meliputi: bunyi bahasa, kosakata dan tata bahasa.
B. Klasifikasi
Media Pembelajaran
Media diklasifikasin menurut
kesamaan ciri atau karakteristiknya.[3]
Berikut klasifikasi dari beberapa tokoh:
Rudi bretz
(1977) mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu, suara,
visual dan gerak, sehingga terdapat 8 klasifikasi media: Media audio visual
gerak. Contoh media: Televisi, media audio visual diam. Contoh media: Slow-scan
TV, media audio semi gerak. Contoh media: Rekaman tulisan, media visual gerak.
Contoh media: Film bisu, media visual diam. Contoh media: Film rangkai, media
visual semi gerak. Contoh media: Telegraph, media audio. Contoh media: Telepon
radio, dan media cetak. Contoh media: Koran.
Menurut Oemar
Hamalik (1985), mengklasifikasikan media pengajaran menjadi empat: Alat-alat
visual yang dapat dilihat, contoh: Papan tulis,[4]
alat-alat yang bersifat Auditif atau hanya dapat didengar, contoh:
Radio, alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, contoh: film dalam televisi
dan dramatisasi, bermain peranan, sandiwara boneka dan sebagainya.[5]
Menurut Briggs
lebih mngerah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat
ditimbulkannya daripada media itu sendiri, dengan menyesuaikan stimulus dengan
karakteristik siswa.
Menurut Gagne,
mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi tujuh: Benda untuk
didemonstrasikan. Contoh media: Patung anatomi, komunikasi lisan. Contoh media:
Telefon, gambar cetak. Contoh media: Poster, gambar diam. Contoh media: Picture
slide, gambar Gerak. Contoh media: Animasi, film bersuara. Contoh media: Film
TV dan mesin belajar. Contoh media: Komputer.[6]
C. Karakteristik
Media Pembelajaran Bahasa Arab
Untuk tujuan-tujuan praktis, di
bawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media, sebagai berikut:
Media grafis termasuk
media visual. Sebagaimana halnya media yang lain media grafis berfungsi untuk
menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Banyak jenis media grafis,
beberapa diantaranya: bagan berfungsi untuk menunjukkan hubungan,
perbandingan, proses, perkembangan, klasifikasi dan organisasi, diagram
adalah suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal
balik, grafik adalah penyajian data berangka, kartun adalah
penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang , gagasan atau
situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat, poster
mempunyai peranan sangat penting dalam menanamkan atau mengingat kembali kepada
para pengamat terhadap suatu gagasan, komik merupakan bentuk kartun
dimana perwatakan sama membentuk suatu cerita dalam urutan gambar-gambar yang
berhubungan erat,[7]
Media audio adalah media audio berkaitan dengan indera pendengaran.
Beberapa jenis media audio, antara lain: Radio, Alat perekam pita magnetik dan
Laboratorium bahasa dan media proyeksi diam menyajikan
rangsangan-rangsangan visual. Beberapa jenis media proyeksi diam, antara lain:
Film bingkai, Film rangkai, Media transparensi (OHP), Film, Film gelang,
Televisi dan Video Program.
D. Jenis-jenis
Media Pembelajaran Bahasa Arab
1.
Media
Pembelajaran Aswat (bunyi). Dalam pembelajaran bahasa asing, penguasaan bunyi
bahasa merupakan salah satu tujuan penting. Tujuan pembelajaran bunyi bahasa
secara umum meliputi penguasaan seluruh sistem bunyi. Selain bunyi bahasa dalam
bentuk konsonan dan vokal, sistem bunyi bahasa yang meliputi tinggi rendahnya
suara, tekanan kata dan kalimat, intonasi, dan sebagainya. Media pembelajaran
yang dapat digunakan untuk pengajaran bunyi di antaranya adalah: Laukhah an
Nutqi (bagian artikulasi ucap) yang terdiri dari beberapa alat ucap baik yang
bergerak atau yang tetap. Media lain yang bisa digunakan untuk
mengajarkan bunyi adalah dalam bentuk kartu bergambar.
2.
Media
Pembelajaran Mufrodat (Kosakata). Adapun media yang bisa digunakan dalam
pembelajaran kosakata adalah: miniatur benda asli dan foto atau gambar.
3.
Media
Pembelajaran Qowaid (Tata Bahasa). Dalam
pembelajaran tata bahasa seperti: kotak tata bahasa, papan saku dan papan tali.
E. Media
Pembelajaran Keterampilan Bahasa Arab
Dalam pembelajaran bahasa yang
menjadi tujuan utama adalah penguasaan kemampuan berbahasa dalam berkomunikasi.
Pakar pembelajaran bahasa sepakat bahwa keterampilan dan kemahiran bahasa
(Maharoh Al-Lughowiy) terbagi
menjadi empat. Pertama, keterampilan menyimak dan membaca dikategorikan
dalam keterampilan bahasa Reseptif. Kedua, keterampilan berbicara dan Ketiga,
menulis dikategorikan dalam keterampilan bahasa Produktif.[8]
Beberapa media yang dapat digunakan pada masing-masing keterampilan berbahasa
di atas adalah: media pembelajaran istima’ (mendengar). Contoh media: compact
disk, kaset recorder, peragaan dan permainan bahasa, media pembelajaran qira’ah
(membaca). Contoh: jam dinding, film, mengungkapkan judul atau tema secara
lisan dan karya wisata, media pembelajaran kitabah (menulis). Contoh: kartu dan
laboratorium baca, dan media pembelajaran kalam (berbicara). Contoh: kaset
rekaman, teka teki silang dan foto atau gambar.[9]
F. Kelebihan dan
Kekurangan Menggunakan Media.
Berikut ini adalah beberapa
kelebihan penggunaan media pembelajaran.
1 - Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat
memperlancar dan meningkatkan dalam proses dan hasil belajar, serta mengarahkan
perhatian siswa.
2 - Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, objek, ruang, dan waktu.
Contoh: Objek atau benda yang terlalu besar dan terlalu kecil untuk ditampilkan
di ruang kelas dengan menampilkan gambar, slide atau film, Kejadian langka yang
terjadi di masa lampau dan percobaan yang dapat membahayakan dapat ditayangkan
melalui rekaman video, dan tertulis pada Al-Qur’an surat Al-Hasyr: 2
uqèd üÏ%©!$# ylt÷zr& tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. ô`ÏB È@÷dr& É=»tGÅ3ø9$# `ÏB öNÏdÌ»tÏ ÉA¨rL{ Îô³ptø:$# 4 $tB óOçF^oYsß br& (#qã_ãøs ( (#þqZsßur Oßg¯Rr& óOßgçGyèÏR$¨B NåkçXqÝÁãm z`ÏiB «!$# ãNßg9s?r'sù ª!$# ô`ÏB ß]øym óOs9 (#qç7Å¡tGøts ( t$xs%ur Îû ãNÍkÍ5qè=è% |=ôã9$# 4 tbqç/Ìøä NåksEqãç/ öNÍkÏ÷r'Î/ Ï÷r&ur tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#rçÉ9tFôã$$sù Í<'ré'¯»t Ì»|Áö/F{$# ÇËÈ
Artinya: Dia-lah yang mengeluarkan
orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat
pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar
dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka
dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah
yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati
mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan
tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi
pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. [1463] Yang dimaksud dengan
ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula
dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah. Dan terakhir film simulasi
komputer dan Proses yang sangat rumit dapat lebih jelas dengan menggunakan
gambar dan animasi.
- Media
pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang
peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, misalnya melalui karyawisata,
berkunjung ke museum atau kebun binatang.[10]
Dan beberapa kekurangannya adalah
membutuhkan biaya yang lebih banyak, membutuhkan waktu yang banyak dalam proses
pembuatan media dan pengajar dituntut untuk selalu kreatif dan lebih
profesional.
[1] Lihat: http://Abdul Hamid, Uril Baharuddin,
dan Bisri Musthofa.wordpress.com2008/168/169/ Pembelajaran- Bahasa- Arab.html.
[2] Lihat: http://AhmadMuhtadiAnshor.wordpress.com.2009/21/22/
Pengajaran- Bahasa-Arab- Media-dan-Metode-metodenya.html.
[3] Lihat: http://AriefSSadiman.blogspot.com.1986/19/Media-Pendidikan-Pengertian-Pengembangan-dan-Pemanfaatannya.html.
[6] Lihat: http://Mediapembelajaran.wordpress.com/Poster-media-pembelajaran_5731.html.
[7] Lihat: http://Media-Pengajaran-Penggunaan-dan-Pembuatannya.blogspot.com/komik-media-pembelajaran_1997.html.
[8] Lihat: http://UlinNuha.blogspot.com 2012/83/Metodologi-Super-Efektif-Pembelajaran-Bahasa-Arab.html.
[10] Lihat: http://MediaPengajaran.wordpress.com/Kelebihan-dan-Kekurangan-Media-Pembelajran_2627.html.
No comments:
Post a Comment